Bagaimana COVID-19 di Indonesia Setelah Setahun?

Konten [Tampil]
Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Apr 14, 2021
Update terakhir: Apr 14, 2021

Sudah satu tahun virus Corona di Indonesia sejak kasusnya terkonfirmasi pada 2 Maret 2020. Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia sejalan dengan penanganan pandemi COVID-19 secara global atau tingkat dunia. 



Prof. Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, menyajikan data perkembangan penanganan COVID-19 tingkat dunia sesuai World Health Organization (WHO). Ini tentang penurunan jumlah kasus positif COVID-19 secara global di Indonesia sendiri. 


Setelah satu tahun masa pandemi COVID-19, bagaimana perkembangannya di Indonesia?


Penurunan Kasus Positif COVID-19


Kurva untuk kasus terkonfirmasi, kasus meninggal, sembuh, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kasus COVID-19 mengalami kenaikan dan penurunan. Karena itu bisa terlihat data peta sebaran di situs resmi covid19.go.id.


Per tanggal 22 Maret 2021, ada 1.460.184 kasus terkonfirmasi, 129.844 kasus aktif, 1.290.790 sembuh, dan 39.550 meninggal dunia di Indonesia. 


Kasus positif COVID-19 secara global sudah menurun sebesar 17% pada bulan lalu dan diikuti dengan penurunan kematian sebesar 10%. Angka persentase ini sejalan dengan perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia yang mana karena adanya penurunan kasus positif dan tingkat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19. 


Kemungkinan ini karena dampak positif dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan pemerintah tingkat kabupaten/kota Pulau Jawa – Bali. 


Lewat kebijakan tersebut, diharapkan ada dampak positif pada perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia yang harus terus ditingkatkan. Jika perkembangan kasus di tingkat global dan di Indonesia terus mengalami penurunan secara konsisten, maka penanganan COVID-19 di Indonesia akan berhasil tanpa ada penambahan kasus baru sama sekali. 


Daerah dengan Kasus COVID-19 Terbesar


Secara umum, daerah-daerah di Pulau Jawa masuk ke dalam daftar daerah dengan kasus COVID-19 terbesar, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 


Selalu menerapkan protokol kesehatan yang berlakukan pemerintah setempat dan tetap berada di rumah karena inilah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus di masyarakat. 


Berikut ini daftar daerah dengan kasus COVID-19 terbesar di Indonesia beserta data kasus konfirmasi, meninggal, sembuh, dan dalam perawatan/isolasi mandiri. Tanggal pembaruan terakhir yaitu 19 Maret 2021. 

Daerah Kasus Terkonfirmasi Meninggal Sembuh Dalam perawatan/isolasi mandiri
DKI Jakarta 367.007 6.156 352.806 8.045
Jawa Barat 238.613 2.858 204.882 30.873
Jawa Tengah 164.071 6.628 117.663 39.780
Jawa Timur 136.092 9.232 119.425 7.435
Kalimantan Timur 61.137 1.438 54.737 4.962
Sulawesi Selatan 58.913 901 55.354 2.658
Bali 37.665 925 32.662 4.078
Banten 34.156 610 26.231 7.315
Riau 33.231 808 31.114 1.309
Daerah Istimewa Yogyakarta 31.115 747 25.213 5.155


Angka di atas masih akan terus berubah seiring update terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 


Vaksinasi COVID-19 di Indonesia


Pemerintah Indonesia memulai Program Vaksinasi COVID-19 pada 13 Januari 2021. Program ini dibagi menjadi empat fase dengan petugas kesehatan menerima vaksin gelombang pertama, diikuti oleh pegawai negeri, dan kemudian anggota masyarakat lainnya. Karena saat ini pemerintah menargetkan untuk menginokulasi total 181.554.465 orang pada awal 2022.


Saat ini program vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah memasuki fase kedua. Berdasarkan data dari situs resmi covid19.go.id yang diperbarui pada 22 Maret 2021, vaksinasi fase pertama sudah diberikan kepada 5.533.379 orang dan vaksin fase kedua sudah diberikan kepada 2.301.978 orang yang sudah lebih banyak 80.778 dari hari sebelumnya.


Tambahan 10 juta dosis vaksin COVID-19 dari perusahaan farmasi yang berbasis di China, SinoVac, tiba di Indonesia pada 2 Maret 2021. Hal ini karena vaksin curah atau bahan untuk membuat vaksin COVID-19 telah siap pakai. Ada sebanyak 38 juta dosis vaksin COVID-19 yang diproduksi SinoVac dan yang dibeli pemerintah Indonesia telah mencapai 185 juta dosis. 


Varian Baru Virus Corona B.1.1.7 


B.1.1.7 pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020. Sekretaris kesehatan Inggris, Matt Hancock, memperkirakan bahwa varian Corona B.1.1.7 dapat menyebar dengan cepat dan kemungkinan besar berdampak pada peningkatan jumlah infeksi SARS-CoV-2 di Inggris. Pada bulan Januari 2021, varian baru COVID-19 telah terlihat di 33 negara.


Otoritas setempat mengatakan bahwa varian tersebut 70% lebih menular daripada SARS-CoV-2 yang beredar sebelumnya. Beberapa laporan awal dan pengamatan epidemiologi membantu menunjukkan efek varian baru, dengan hasil peningkatan penularan sekitar 50%.


Dua pasien Indonesia ditemukan telah terinfeksi oleh mutasi B.1.1.7 dari Coronavirus. Hal ini karena varian virus Corona yang lebih menular. Pertama kali terdeteksi di Inggris dan sejak itu menyebabkan penutupan perbatasan lebih lanjut di antara berbagai negara, termasuk Indonesia. 


Disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan pada 4 Maret 2021 bahwa kedua pasien tersebut telah pulih. Mereka adalah tenaga kerja Indonesia yang pulang dari luar negeri pada 28 Januari 2021. 


Perkembangan COVID-19 di Jawa dan Bali


Dilansir dalam Kompas.com, Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas COVID-19, menyebutkan bahwa perkembangan kasus COVID-19 di Pulau Jawa dan Bali mulai menunjukkan hasil positif. Ini dapat dilihat dari jumlah kasus positif COVID-19 selama beberapa minggu terakhir, yakni pasien meninggal tidak lagi didominasi di Pulau Jawa dan Bali. 


Secara nasional, penambahan kasus positif COVID-19 selama minggu kedua bulan Maret 2021 turun sebanyak 11,62% dibandingkan minggu sebelumnya. Terdapat 5 provinsi dengan kenaikan kasus mingguan tertinggi, yaitu Banten naik sekitar 1.183 kasus, Papua naik sekitar 395 kasus, Maluku Utara naik sekitar 31 kasus, Gorontalo naik sekitar 23 kasus, dan Bangka Belitung naik sekitar 96 kasus. 


Dalam periode yang sama, terjadi kenaikan angka kematian pasien positif COVID-19 hingga mencapai 5,45%. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penambahan angka kematian pasien COVID-19 tertinggi, yakni sekitar 124 kasus. Kemudian Jawa Barat naik sekitar 46 kasus, Papua naik sekitar 10 kasus, Sumatera Selatan naik sekitar 6 kasus, dan Sumatera Barat naik sekitar 4 kasus.


Tetap berada di rumah adalah pilihan terbaik untuk melindungi Anda, keluarga, dan orang di sekitar Anda agar tidak terpapar virus COVID-19. 


Jika Anda atau keluarga memiliki gejala COVID-19, sebaiknya segera pesan tes PCR di rumah sakit melalui Smarter Health. Karena kami akan membantu mempermudah Anda dalam mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya. Pesan tes PCR atau antigen COVID-19 sekarang.


Referensi:
Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (2021). Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia Sejalan Dengan Tingkat Dunia.
Maria Cohut (2021). Medical News Today. COVID-19: What do we know about the new coronavirus variant?.
Fitria Chusna Farisa (2021). Kompas. Satgas Sebut Perkembangan Covid-19 di Jawa dan Bali Tunjukkan Perbaikan.
Smarter Health https://ift.tt/3e5NfjB
Baca Juga :

Artikel Rekomendasi :

Lebih baru Lebih lama
close