Menjaga Kesehatan Selama Puasa di Masa Pandemi

Konten [Tampil]
Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Apr 14, 2021
Update terakhir: Apr 14, 2021

Bulan Ramadan tahun ini tidak beda jauh dengan tahun sebelumnya karena pandemi COVID-19. Jutaan orang di seluruh dunia menjalani puasa di masa pandemi dengan tetap berada di rumah demi mencegah penyebaran virus. 



Agar puasa tetap berjalan khidmat dan Anda aman dari paparan virus Corona, ikuti tips menjaga kesehatan selama puasa di masa pandemi COVID-19 berikut ini. 


Manfaat Puasa untuk Kesehatan


Meski tidak mengonsumsi cukup kalori dalam sehari dapat menurunkan respons kekebalan tubuh Anda, ada banyak efek puasa pada sistem kekebalan tubuh secara tidak langsung.


Sistem kekebalan bukanlah sesuatu yang bisa kita kendalikan dengan mudah, karena ini merupakan serangkaian mekanisme rumit yang harus terjaga keseimbangannya. Puasa dapat melepaskan hormon stres kortisol yang dapat menekan beberapa respons imun.


Tapi ada juga bukti dari penelitian pada tikus bahwa puasa intermiten selama Ramadhan dapat mempercepat proses regenerasi tubuh, sehingga mempercepat pergantian sel-sel mati dengan yang baru. Namun, sulit untuk menerjemahkan bukti ini kepada manusia dan tidak jelas berapa lama Anda harus berpuasa untuk merasakan efeknya.


Tips Menjaga Kesehatan saat Puasa di Masa Pandemi


Budiningsari membagikan beberapa tips agar tubuh tetap sehat dan bugar selama berpuasa di tengah pandemi Covid-19. Langkah pertama yang pertama adalah memastikan kondisi kesehatan tubuh. Berpuasa disarankan kepada semua orang, terutama yang sehat, sedangkan yang sakit sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.


1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Vitamin


Puasa sepanjang hari dapat berdampak pada penurunan imunitas tubuh. Penting untuk memastikan Anda mendapatkan kalori yang cukup setelah berbuka puasa dan sahur. Pastikan makanan yang Anda konsumsi pada kedua waktu tersebut mengandung makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak. 


Selain itu, Anda juga harus memenuhi mikronutrien seperti vitamin C dan zat besi selama berpuasa. Kandungan nutrisi dan vitamin terdapat pada sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, daging, atau ikan.


2. Menjaga Kesehatan Anda


Anda berisiko mengalami dehidrasi saat puasa. Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan meminum banyak air setelah berbuka puasa dan sahur. 


Menjaga aspek kesehatan lainnya juga penting, usahakan Anda cukup tidur dan berolahraga sebelum buka puasa. Mengelola stres selama berpuasa juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.


Sebisa mungkin lindungi kesehatan Anda dari paparan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19. Cara terbaik untuk menghindari infeksi adalah dengan mencuci tangan sampai bersih menggunakan sabun dan air mengalir. Anda juga bisa menggunakan hand sanitizer yang setidaknya mengandung 60% alkohol. 


3. Konsumsi Makanan Sehat


Jaga pola makan yang sehat dan seimbang saat sahur dan berbuka puasa. Pada saat sahur, ada anjuran untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks dan tinggi serat yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna dan diubah menjadi energi. 


Energi yang dihasilkan akan bertahan lebih lama dan juga Anda akan merasa kenyang lebih lama. Contoh makanan karbohidrat kompleks dan tinggi protein yaitu nasi merah, kentang, roti gandum, biji-bijian, kacang-kacangan, oat, dan ubi jalar.


Selain itu, konsumsi sayuran hijau, brokoli, wortel, dan lainnya yang kaya serat, vitamin, dan mineral sangat bagus untuk tubuh. Pada saat yang sama, Anda dapat memperoleh protein dari hewani dan nabati, seperti ikan, telur, ayam, daging, tempe, dan tahu.


Jangan lupa mengonsumsi buah-buahan, seperti semangka, pepaya, melon, jeruk, buah naga, dan lain-lain. Pertahankan asupan air putih sebanyak 2 liter atau setara dengan 8 sampai 9 gelas sehari, atur dari buka puasa hingga waktu sahur.


4. Beraktivitas Fisik


Tips menjaga kesehatan selama puasa di masa pandemi yang berikutnya adalah dengan beraktivitas fisik. Tidak hanya menjaga gizi seimbang, selama berpuasa Anda juga diimbau untuk tetap melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga. 


Anda dapat melakukan olahraga dengan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan senam aerobik ringan hingga sedang agar tubuh tetap sehat dan bugar.


Jangan lupa istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari. Menjadwalkan tidur secara teratur penting dilakukan karena jadwal tidur saat puasa akan berubah drastis dari jadwal tidur biasanya.


Sebisa mungkin hindari penyebab stres karena bisa menurunkan kekebalan tubuh.

 

5. Jaga Jarak Fisik dengan Orang Lain


Sebagian besar tempat ibadah akan ditutup untuk saat ini. Membersihkan rumah adalah cara terbaik untuk mengurangi penyebaran COVID-19.


Selalu ikuti aturan pemerintah. Beribadah dengan orang banyak yang berisiko tinggi dapat mempercepat penularan virus Corona. Anda mungkin masih merasa sehat dan bugar karena kekebalan Anda baik, tetapi Anda bisa membawa virus dan menyebarkannya ke keluarga, anak-anak, orang tua yang tinggal di rumah Anda.


Mengikuti aturan menjaga jarak sosial (social distancing) akan membantu mengendalikan penyebaran COVID-19 dan melindungi keluarga, teman, serta kelompok yang lebih luas dan lebih rentan.


6. Tetap di Rumah


Selain menjaga jarak, sebaiknya Anda tetap berada di rumah. Usahakan hanya meninggalkan rumah karena alasan berikut ini:


  • Belanja kebutuhan seperti makanan dan obat-obatan.
  • Bepergian untuk keperluan kerja, tapi hanya untuk Anda yang tidak bisa bekerja dari rumah (work from home).
  • Memenuhi keperluan penting, seperti pergi ke bank, mengisi bahan bakar, atau mengirim barang melalui layanan pengiriman paket.
  • Memenuhi kebutuhan medis, termasuk berobat atau mendonor darah. Atau bagi Anda yang bekerja di bidang farmasi yang saat ini sangat dibutuhkan.

Meski tetap tinggal di rumah selama bulan Ramadan akan menjadi tantangan, Anda perlu melakukannya untuk menyelamatkan nyawa banyak orang. Gunakan teknologi untuk tetap terhubung dengan keluarga, teman, dan komunitas agama yang lebih luas.


Meski terpisah secara fisik, kondisi ini tidak menjadi halangan bagi Anda untuk beribadah di bulan suci Ramadhan.


Puasa Bagi Orang dengan Kondisi Kesehatan Tertentu


Orang yang memiliki penyakit berat, terutama orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 akan dibebaskan dari kewajiban puasa. Puasa tidak dianjurkan bagi orang dengan kondisi penyakit jangka panjang seperti diabetes dengan komplikasi.


Diabetes UK head of care Daniel Howarth, mengatakan keputusan untuk berpuasa merupakan keputusan pribadi, tetapi ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat diambil oleh orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Jika ingin tetap berpuasa, Anda harus mengikuti beberapa pencegahan seperti mengonsumsi roti gandum, nasi merah, dan makanan rendah gula lainnya.


Di luar risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan, puasa ternyata bermanfaat bagi kesehatan. Meskipun Anda tidak mendapatkan asupan kalori harian, puasa dapat menjadi detoksifikasi tubuh yang efektif. 


Puasa dapat mengeluarkan racun dan parasit di dalam tubuh. Puasa juga dapat melepaskan hormon stres kortisol dan mempercepat regenerasi tubuh, karena mengosongkan perut sepanjang hari bisa menggantikan sel lama dengan yang baru.


Hubungi dokter umum atau dokter spesialis melalui Smarter Health jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu dan ingin berpuasa. 


Layanan konsultasi online (telekonsultasi) di Smarter Health memungkinkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya tanpa perlu keluar rumah. Ini sangat berguna untuk mencegah penyebaran COVID-19. Buat janji konsultasi sekarang!


Referensi:
Rachel Schraer (2020). BBC. Ramadan: Fasting safely during coronavirus crisis.

Artikel Menjaga Kesehatan Selama Puasa di Masa Pandemi pertama kali tampil pada Smarter Health.



Smarter Health https://ift.tt/3wSo4cN
Baca Juga :

Artikel Rekomendasi :

Lebih baru Lebih lama
close